pengunjung

Anda pengunjung ke : Redcounter :
Counter Powered by  RedCounter
Assalamu ’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dan Salam Sejahtera.Selamat datang di blog, http://azay-ste.blogspot.com || Terima Kasih atas kunjungan anda di blog ini mudahan semua isi blog ini bermanfa'at buat kalian semua...

Perekonomian Indonesia Sudah Memasuki Resesi

Download file format.doc kilk di sini

Perekonomian Indonesia Sudah Memasuki Resesi


Indonesia sudah resesi itulah kesimpulan terbaru dari Danareksa Institute Research (dRi) tentang perekonomian di Indonesia terkini. Kepala riset dRi Purbaya Yudhi Sadewa dalam laporan analisanya merujuk pada Indikator Ekonomi Dini dRi sebagai parameter dalam mengukur tren kinerja ekonomi saat ini.
Indikator Ekonomi Dini dRi terdi atas dua komponen. Yakni Coincident Economic Index (CEI) dan Leading Econoimc Index (LEI).
CEI menjadi indeks yang menggambarkan keadaan ekonomi pada suatu saatyang disusun dengan menggunakan data penjualan mobil, konsumsi, semen, impor, suplai uang, dan indeks penjualan retail.
Sedangkan LEI adalah indeks yang menggambarkan prospek ekonomi 6-12 bulan kedepan. LEI disusun dengan menggunakan data izin mendirikan bangunan, kedatangan turis asing, persetujuan investasi asing, nilai tukar rupiah efektif, indeks harga saham gabungan Bursa Indonesia, ekspor, dan inflasi sektor jasa.
“CoincidentEcocomic Index sudah menunjukkan tren menurun sejak Juli 2008. Artinya, ekonomi kita sudah melambat. Prospek kedepan pun tidak terlalu cerah karena Leading Economic Index sudah memasuki tren penurunan sejak Januari 2008. Artinya, perlambatan yang terjadi masih akan terus berlangsung.
Menurut penelitian ini, saat perekonomian suatu negara sedang ekspansif tiba – tiba terdeteksi sinyal P1 (puncak pertama), maka ekonomi suatu negara tersebut mulai memasuki fase perlambatan. Jika kemudian terdeteksi sinyal P2 (puncak kedua), perlambatan
yang terjadi akan parah. Dan jika selanjutnya





terdeteksi sinyal P3(puncak ketiga), ekonomi telah memasuki masa resesi.
Dalam Pendeteksian P1,P2,P3 dilakukan dengan suatu perhitungan teknikal-statistika yang dikembangkan dalam analisis siklus bisnis.
Sayangnya, baik otoritas fiscal maupun moneter kala itu kurang perhatian terhadap perkembangan yang terjadi. Bank Indonesia (BI) misalnya, sebagai otoritas moneter malah terus menaikkan suku bungan sampai Oktober 2008.
Sementara, realisasi belanja pemerintah malah melambat. Padahal sebetulnya, realisasi belanja pemerintah sebagai stimulus dapat mencegah berlanjutnya perlambatan ekonomi.
Oktober 2008 lalu ekspor kita pun mulai terpukul secara signifikan. Akibatnya, ekonomi kita terus melambat. Pada Oktober itulah terdeteksi sinyal P2 yang menunjukkan bahwa perlambatan yang terjadi makin parah. Saat itu, BI dan Pemerintah batu mulai menyadari fenomena yang terjadi. Memasuki November misalnya, bank sentral tidak lagi menaikkan suku bunga BI rate. Bahkan, sebulan kemudian BI mulai menurunkan suku bunga. Pemerintah pun lebih tampak serius dalam merealisasikan anggaran belanjanya.
Pemerintah sebenarnya tahu bahwa resesi sekarang sudah mulai terasa. Contoh ringan saja, Pemerintah menurunkan target pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya 6,2 persen menjadi sekitar 4 persen . Kita lihat saja, pengangguran dan tingkat kemiskinan akan lebih besar lagi. Ini bukti nyata kita sebenarnya sudah masuki resesi. Stimulus fiscal untuk menanggulangi dampak resesi yang digelontorkan Pemerintah, kurang efektif karena sektor infrastruktur itu porsinya kecil.(RR)



Artikel yang berhubungan :



0 komentar:

Posting Komentar

Kirim Koment anda sebagai NAMA/URL, Masukka nama Anda dan URL anda, URL bisa diisi sembarangan.
contoh URL : BLOG INI, Friendster, Blog kamu, DLL


KIRIM SEKARANG KOMENTAR ANDA DI SINI

 
Resolution: 1024x768px | Best View:

Powered By Blogger | Portal Design By azay kun || Spooky the evil © 2009